Mungkin tidak ada kata yang lebih populer pada hari ini, 9 Desember 2009 selain kata korupsi. Mulai dari media tradisional sampai modern dan multimedia seperti televisi gencar membicarakannya. Terlebih pada hari ini direncanakan ada banyak aksi – yang bahkan sudah diantisipasi sedemikian rupa oleh pemerintah – yang memang bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia. Dan tentu saja isu yang sedang hangat-hangatnya menjadi perbincangan publik di Indonesia – yaitu menyoal kasus Bank Century – yang menjadi jargonnya. Kasus ini oleh sebagian kalangan memang dianggap sebagai skandal korupsi terbesar dekade ini dan melibatkan banyak pejabat publik serta tokoh politik yang saat ini sedang aktif.

Kasus Century dianggap sebagai sebuah kasus korupsi sistematik karena melibatkan berbagai elemen dan sistem yang rapi – meski pada akhirnya tercium juga. Saya sendiri menganggap bahwa sistematika korupsi di Indonesia bukan lagi milik century saja – melainkan sudah menjadi barang publik dari level birokrasi tertinggi sampai terendah di pedesaan. Sangat masuk akal kalau kemudian ada yang mengatakan bahwa korupsi sudah menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Menyedihkan memang, dan rasanya tidak perlu lagi saya mengutip soal ranking atau indeks prestasi korupsi negara kita yang memang masih termasuk kelompok tertinggi di dunia.
Continue reading “Korupsi Sistematik, Sistem Korupsi (SK) dan Sistem Anti Korupsi (SAK)”

Iklan