Cari

Catatan Mister Rigen

Njajah Deso Milang Kori

Kategori

UKMK

Segala sesuatu tentang usaha kecil

Komunikasi Marketing Yang Tak Sengaja Tapi Mengganggu..

Ada sebuah warung makan yang pernah saya kunjungi di daerah Magelang menempelkan tulisan ini (lihat gambar) di tembok warungnya – didekat ruang pengunjung. Ketika saya tanya, apa maksud tulisan itu bu? si pelayan hanya mesam-mesem saja (tersenyum kecil) – dan mungkin saja memang tidak tahu apa maksudnya. Mungkin saja itu adalah sebuah nilai-nilai yang menjadi filosofi si pemilik bisnis tersebut. Sungguh itu sebuah nilai-nilai yang diadopsi dari nilai-nilai budaya Jawa yang bermakna sangat dalam.

Kalau diterjemahkan kira-kira berarti begini, jangan mentang-mentang! itu biasanya dikaitkan dengan kesombongan baik karena kepandaian, kekayaan atau kesuksesan seseorang. Sehingga maksud lengkapnya, jangan mentang-mentang kaya, pintar atau sukses lalu sewenang-wenang atau semaunya sendiri. Sebuah filosofi dan nilai yang luhur dan selayaknya menjadi pedoman hidup masyarakat Jawa.

Iklan

Inovasi Tidak Datang Dari Pembeli!

Selalu ada pro dan kontra (seperti biasa) dalam sebuah konsep – termasuk dalam hal inovasi – khususnya inovasi bisnis atau produk. Suatu pendapat mengatakan bahwa inovasi bisa terjadi karena adanya permintaan dari pasar atau konsumen – sehingga produsen yang mengerti kebutuhan pasar akan memenuhinya dengan mengembangkan produk/jasa baru – sesuai dengan permintaan tersebut. Ini merupakan aliran yang sering disebut dengan bisnis yang digerakkan pasar (market driven).

Sebaliknya, ada yang beraliran product driven (didorong oleh produk) – dan aliran ini biasanya didukung oleh para inovator yang melahirkan produk/jasa baru – untuk kemudian mengenalkan pada pasar dan jika beruntung akan menjadi pelopor dan pemimpin dalam bisnis tersebut. Jika gagal, paling akan menjadi pecundang dan bahan olok-olok dari sekitarnya.
Continue reading “Inovasi Tidak Datang Dari Pembeli!”

Perubahan adalah rahasia terbesar pertumbuhan sebuah bisnis

Tulisan ini memang terinspirasi oleh komentar rekan-rekan pengusaha muda Jogja yang tergabung dalam TDA Jogja di status situs jejaring sosial yang tengah naik daun di seluruh dunia, yaitu facebook. Tentu sangat wajar jika sebagai pengusaha obrolan dan diskusinya tak jauh dari soal bisnis-nya dan bagaimana mengembangkan lebih lanjut. Ada banyak pendekatan dan cara dalam pengembangan sebuah bisnis. Dan tampaknya akhir-akhir ini sistem waralaba (franchise) sedang menjadi idola para pengusaha dalam rangka mengemabngkan bisnisnya dengan cepat.

Dan tampaknya gayung-pun bersambut karena ada banyak juga calon pengusaha baru yang lebih senang dengan model bisnis tersebut karena kemudahan sistem bisnis yang ditawarkan – selain biasanya juga merk yang sudah cukup dikenal – sehingga seorang calon pengusaha atau mantan karyawan yang ingin menjadi pengusaha, atau bahkan karyawan yang nyambi jadi pengusaha tanpa harus repot berpikir tentang pengembangan sistem bisnis yang akan dijalaninya. Cukup menyediakan modal sesuai dengna yang disyaratkan oleh pewaralaba.
Continue reading “Perubahan adalah rahasia terbesar pertumbuhan sebuah bisnis”

Indonesian Small Business Trend on 2010

http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.durhamcountync.gov/departments/txad/images/mousegraphic.jpg&imgrefurl=http://www.durhamcountync.gov/departments/txad/On-line_E-Services.html&usg=__UIbkPAr9n6aDE6gB5GbkMRgib8I=&h=1050&w=1050&sz=158&hl=id&start=1&sig2=Mrd0Q2HiACV0HxpzKuhkqQ&tbnid=Qh2kAiyWoSZqrM:&tbnh=150&tbnw=150&prev=/images%3Fq%3Don-line%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG&ei=PcIgS-CAB5OekQW96_XhCQIni tidak ada kaitannya dengan ramalan kiamat 2012 ataupun film-nya yang sempat menuai kontroversi itu – meski angkanya hanya berselisih 2 (dua) poin lebih kecil. Dan judul artikel ini, meski terkesan “keren” – ini bukanlah sebuah judul makalah atau kajian akademis – melainkan hanya sebuah cara pandang dari kacamata saya pribadi tentang prediksi tren bisnis atau usaha kecil pada tahun depan di Indonesia.

Lepas dari berbagai kondisi sosial dan politik yang masih belum stabil — terlebih dengan adanya skandal Bank Century yang hingga saat ini belum ada kejelasan hasil investigasinya — tapi tren bisnis kecil ini memiliki dinamikanya sendiri. Dan salah satu isu yang tidak boleh kita kesampingkan adalah bisnis berbasis internet (on-line business) maupun perilaku penggunaan internet (on-line behaviour) dari para pelaku bisnis kecil – khususnya pebisnis muda atau pemula yang hadir seiring era informasi.

Banyak sekali bermunculan bisnis-bisnis baru yang menggunakan media internet sebagai basis bisnisnya – seperti penjualan merchandise secara on-line, penjualan komoditas secara on-line (misalnya pulsa elektronik) maupun hanya sekedar memanfaatkan media on-line (khususnya social media seperti facebook, twitter dll) untuk mempromosikan bisnisnya. Itulah yang saya sebut sebagai perilaku penggunaan internet atau perilaku on-line.
Continue reading “Indonesian Small Business Trend on 2010”

Kami butuh pelanggan, bukan pinjaman!

Tulisan ini seharusnya sudah saya tuangkan sejak dulu – tepatnya bertahun yang lalu semenjak saya bergaul dengan bisnis kecil atau UMKM. Tetapi kepercayaan diri saya belum cukup untuk mengatakan pada saat itu bahwa masalah usaha kecil umumnya adalah kurangnya pelanggan atau rendahnya penjualan – dan ujungnya kecilnya laba atau keuntungan dari usahanya – yang sayangnya harus bisa menutup semua kebutuhan bisnis tersebut dan juga kebutuhan pemiliknya.

Yang disebut terakhir justru yang sering menjadi legitimasi bahwa sebuah bisnis membutuhkan pinjaman. Dan setelah ditelusuri memang demikianlah adanya. Karena besarnya kebutuhan pribadi dan keluarga si pengusaha tidak selalu diimbangi dengan besarnya pendapatan bisnisnya – jadilah ketimpangan akut – dan akhirnya sampai pada kesimpulan harus ditutup dengan hutang.
Continue reading “Kami butuh pelanggan, bukan pinjaman!”

Small Business Marketing – Part 2

Ada pengalaman menarik dari rangkaian pertemuan dengan para pelaku usaha kecil, baik dalam bentuk FGD (Focus Group Discussion) maupun dalam sesi pelatihan. Kebanyakan mereka menyadari bahwa sebuah unit usaha apapun akan sangat bergantung dari penjualan (sales).

Sayangnya, sebagian besar bahkan hampir semua dari mereka belum tahu dan memahami konsep pemasaran (marketing). Bahkan ada yang mengaku baru sekali itu mendengar istilah marketing atau pemasaran.

Ini memang menarik sekaligus menggelitik dan juga memprihatinkan. Saya, secara pribadi terus menerus mengkampanyekan konsep-konsep marketing yang paling dasar pada setiap perjumpaan dengan mereka – para pejuang ekonomi kerakyatan – atau mungkin bagus juga kalau disebut dengan laskar ekonomi.
Continue reading “Small Business Marketing – Part 2”

Small Business Marketing…Part 1

Hari-hari ini aku bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai latar belakang usaha..dan hampir semua berskala kecil bahkan mikro. Memang mulai bulan April 2009 kemarin saya bersama rekan-rekan dari PKPEK sedang mengerjakan sebuah proyek di dua Kabupaten di Provinsi DIY, tepatnya di Kabupaten Bantul dan Sleman.

Proyeknya didanai oleh AUSAID bekerjasama dengan BAPPEDA Provinsi dan Kabupaten dalam kerangka YCAP-AIP (Yogyakarta and Central Java Community Based Asistance Program – Australia Idonesia Partnership) Phase II. Yaitu sebuah proyek/program lanjutan dari asistensi paska gempa bumi di DIY dan Jawa Tengah, 27 Mei 2006 yang lalu.
Continue reading “Small Business Marketing…Part 1”

Business Process Outsourcing untuk UKM

BPO atau Business Process Outsourcing mungkin masih asing bagi sebagian kita – bahkan para pelaku usaha. Untuk para profesional yang bekerja untuk perusahaan besar berskala nasional apalagi multinasional hal ini tentu sesuatu yang sangat familiar. Tetapi bagi UKM menjadi lain ceritanya. Apalagi bagi wirausaha atau entrepreneur ataupun pekerja mandiri di Indonesia hal ini belumlah terlalu dikenal – selain isu outsourcing sendiri seringkali dibenturkan dengan isu-isu hak buruh atau pekerja.

Saya tidak mau berpolemik soal yang satu itu, meski saya sendiri aktif di sebuah LSM/NGO yang memang sudah seharusnya berpihak kepada kaum marjinal, termasuk buruh.  Seperti biasa..saya mencoba melihat dengan sudut pandang yang lain, tentu saja bukan “asal beda”.
Continue reading “Business Process Outsourcing untuk UKM”

Pengembangan kapasitas (capacity building) UKMK

Istilah itu sudah tidak asing lagi bagi para aktifis yang bekerja dalam pengembangan masyarakat atau sering disebut community development (CD). Kapasitas disini lebih sering diidentikkan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) atau subyek masyarakat. Begitulah kata orang – seharusnya manusia memang menjadi subyek dalam segala bidang. Wajar, toh manusia satu-satunya makhluk yang memiliki akal atau pikiran.

Kata terakhir inilah yang seringkali disebut sebagai sumber pengembangan manusia yang (hampir) tidak terbatas. Meski banyak juga kalangan yang menyebutkan hal-hal lain yang berpengaruh terhadap kapaitas manusia, termauk perasaan (emosionalnya) dan spiritualnya – selain daripada intelejensi atau kecerdasan akalnya.
Continue reading “Pengembangan kapasitas (capacity building) UKMK”

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: