Cukup lama saya tidak menyentuh blog ini, untuk sekedar meng-update tulisan yang niatnya akan saya bagikan kepada siapapun yang kebetulan lewat dan mampir di sini. Namun, lebih dari itu sebenarnya lebih untuk menyimpan ide dan lontaran pikiran agar tidak hilang begitu saja. Maklum, meski terkadang belajar untuk mencatat baik dalam memo maupun buku agenda – hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan pemikiran – namun seringkali catatan itu hanya hilang begitu saja entah kemana.

Inilah salah satu masalah yang menimpa para pekerja pengetahuan, yang menurut definisi umumnya disebut sebagai “pekerja yang lebih banyak menggunakan kekuatan pikiran dan pengetahuan dibandingkan ketrampilan fisiknya”. Masalah lainnya tentu saja banyak..tapi yang paling menonjol adalah soal pengelolaan waktu (time management). Saya tak harus malu untuk mengakui bahwa kesulitan terbesar adalah mengatur waktu dan disiplin dengan berbagai aktifitas yang seringkali ternyata dihamburkan dengan tidak ada hasilnya.

Apakah ini hanya masalah saya? ternyata tidak. Banyak teman lain yang sejenis dengan saya juga mengalami dan merasakan hal yang kurang lebih sama. Bahkan yang lebih parah, ada yang mengalami dan tidak menyadarinya. 🙂

Lantas bagaimana kita keluar dari lingkaran setan tersebut? Jawabannya adalah disiplin diri dan kemampuan berkata “tidak”. Ada banyak orang yang merasa tidak enak, tidak nyaman dan merasa tidak profesional jika berkata “tidak” pada rekan kerja, pimpinan, mitra, atau pelanggan. Begitupun yang saya rasakan. Namun, berbagai buku dan pengetahuan soal manajemen waktu menyatakan hal yang hampir sama.

Setiap pekerja pengetahuan – terlebih yang sedang mendaki menuju puncak karir dengan berbagai aktifitas yang melibatkan banyak pihak yang berbeda kepentingan harus bisa menegakkan disiplin diri dan berani berkata “tidak” agar dapat mengelola waktu dan aktifitasnya dengan baik. Artinya aktifitasnya bersifat produktif. Dan kuncinya adalah bisa membuat skala prioritas atas rencana dan tindakannya setiap saat dan setiap waktu. Meski itu berarti harus berkata “tidak” terhadap diri sendiri dan orang atau aktifitas lain yang tidak masuk dalam daftar prioritasnya.

Apakah ini mudah? tentu saja tidak. Tetapi itulah yang harus dilakukan oleh seorang pekerja pengetahuan yang kinerjanya tidak diukur dari capaian secara fisik dan mudah dilihat. Bahkan sering kita tidak sadar bahwa kita, sebagai pekerja..ternyata tidak atau kurang produktif.

Inilah saatnya kita mulai mengevaluasi diri (ini harusnya dilakukan desember kemarin) dan melakukan perbaikan-perbaikan untuk tahun yang baru saja akan kita lalui selama 12 bulan ke depan.

Selamat Tahun Baru 2011.

Iklan