Judul artikel saya kali ini memang terinspirasi dari kata-kata bijak – tapi saya sendiri lupa sumbernya. Tapi ini juga berkaitan dengan berita gembira yang baru saja muncul dari PT. PLN dimana mereka baru saja mengangkat seorang Direktur baru – yang saya banyak orang yang sudah mendengar namanya – beliau adalah mantan CEO Jawa Pos Group.

Dialah Dahlan Iskan, yang memang sering dikaitkan dan sering menjadi rujukan dalam program reformasi (birokrasi) dan revolusi (dalam bisnis). Tentu bukan tanpa alasan – karena tangan dingin dan konsep beliau itu pula yang mampu mengangkat Jawa Pos dari koran lokal menjadi koran Nasional bercita-rasa lokal. Dari sebuah brand yang nyaris tidak terdengar dalam kancah media nasional – tiba-tiba mencuat dan mempunyai brand equity yang pantas diperhitungkan.

Lantas bagaimana kita menyikapi berita tentang diangkatnya beliau sebagai Direktur Utama PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang saat ini tengah menjadi sorotan – bahkan mungkin cacian – seluruh penduduk negri ini..?! Jawaban saya kembali pada judul tulisan ini, yaitu: berharap yang terbaik tetapi bersiap untuk hal terburuk! Artinya, dengan terpilihnya seorang Dahlan Iskan – dengan track record dalam memimpin sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut bisa berkembang dan melejit dengan pesat – tentu kita berharap akan adanya perubahan kinerja PT. PLN seperti yang selama ini kita idam-idamkan bersama.

Dan Dahlan Iskan sendiri – ketika konfrensi pers setelah pelantikannya rabu kemarin – menyatakan bahwa prioritas pertama program kerja di PLN adalah menyediakan cadangan trafo gardu induk untuk setiap pembangkit (baca beritanya disini).

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan kita terbiasa “berharap yang biasa saja (tidak muluk-muluk) dan tidak perlu bersiap untuk hal buruk” – karena itu seperti mengundang hal buruk supaya menimpa kita ??! – dalam menghadapi berbagai situasi. Tidak hanya dalam maslah-masalah ekonomi dan bisnis – tapi juga urusan kenegaraan dan pemerintahan baik pusat hingga daerah. Termasuk juga dalam menyikapi berbagai potensi bencana (kerentanan) alam dan sosial yang ada di negri ini.

Dalam hal pergantian dirut PLN kali ini, saya pribadi berharap banyak pada seorang Dahlan Iskan (yang juga di puji oleh Menteri BUMN karena dianggap mempunyai konsep radikal) – beliau akan mampu membawa PLN – keluar dari jaman “kegelapan” menuju jaman yang terang “benderang”. Seperti slogan baru mereka, “Listrik untuk hidup yang lebih baik!”

Di sisi lain saya juga harus bersiap (dan berharap segenap warga lainnya juga demikian) untuk segala hal terburuk – bahkan bila sampai terjadi krisis energi seperti yang sudah diperkirakan jauh-jauh hari oleh para ahli. Bisa dengan mempersiapkan dan melakukan berbagai hal yang bisa mengurangi konsumsi listrik sekecil apapun – dan berharap Dahlan Iskan mampu membuat perubahan yang lebih baik di PLN.

Namun perlu diingat bahwa setiap perubahan – terlebih yang bersifat radikal – akan juga berkonsekeunsi pada munculnya sedikit goncangan (shock) dalam operasi dan kinerja organisasi tersebut. Dalam konteks PLN bisa saja terjadi pemadaman, penurunan daya dan lain sebagainya atau bahkan kekisruhan dalam proses perubahan organisasi dan operasi mereka yang dipimpin oleh pemimpin perubahan sekelas Dahlan Iskan.

Itu sebabnya mengapa kita harus berharap yang terbaik tetapi bersiap untuk hal terburuk..!!?

Iklan