http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.durhamcountync.gov/departments/txad/images/mousegraphic.jpg&imgrefurl=http://www.durhamcountync.gov/departments/txad/On-line_E-Services.html&usg=__UIbkPAr9n6aDE6gB5GbkMRgib8I=&h=1050&w=1050&sz=158&hl=id&start=1&sig2=Mrd0Q2HiACV0HxpzKuhkqQ&tbnid=Qh2kAiyWoSZqrM:&tbnh=150&tbnw=150&prev=/images%3Fq%3Don-line%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG&ei=PcIgS-CAB5OekQW96_XhCQIni tidak ada kaitannya dengan ramalan kiamat 2012 ataupun film-nya yang sempat menuai kontroversi itu – meski angkanya hanya berselisih 2 (dua) poin lebih kecil. Dan judul artikel ini, meski terkesan “keren” – ini bukanlah sebuah judul makalah atau kajian akademis – melainkan hanya sebuah cara pandang dari kacamata saya pribadi tentang prediksi tren bisnis atau usaha kecil pada tahun depan di Indonesia.

Lepas dari berbagai kondisi sosial dan politik yang masih belum stabil — terlebih dengan adanya skandal Bank Century yang hingga saat ini belum ada kejelasan hasil investigasinya — tapi tren bisnis kecil ini memiliki dinamikanya sendiri. Dan salah satu isu yang tidak boleh kita kesampingkan adalah bisnis berbasis internet (on-line business) maupun perilaku penggunaan internet (on-line behaviour) dari para pelaku bisnis kecil – khususnya pebisnis muda atau pemula yang hadir seiring era informasi.

Banyak sekali bermunculan bisnis-bisnis baru yang menggunakan media internet sebagai basis bisnisnya – seperti penjualan merchandise secara on-line, penjualan komoditas secara on-line (misalnya pulsa elektronik) maupun hanya sekedar memanfaatkan media on-line (khususnya social media seperti facebook, twitter dll) untuk mempromosikan bisnisnya. Itulah yang saya sebut sebagai perilaku penggunaan internet atau perilaku on-line.

Ini memang bukan sekedar tren bisnis – tapi sudah menjadi gaya hidup (life style) generasi muda karena adanya dukungan infrastruktur dan teknologi yang praktis tidak kita rasakan 5 atau 10 tahun yang lalu – selain karena pengaruh informasi global dari berbagai media. Saat ini kita sudah sangat dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang memanjakan dan menghadirkan gaya hidup on-line (seperti lagunya Saikoji).

Namun, sepanjang tahun 2009 yang masih tersisa dalam hitungan hari ini tampaknya perilaku on-line tersebut belum banyak berkontribusi terhadap perkembangan bisnis — khususnya dalam hal penjualan produk atau jasa dan keuntungannya — alih-alih justru keluhan yang sering saya dengar dari rekan-rekan pengusaha muda yang sudah memanfaatkan media on-line dalam rangka membantu perkembangan bisnisnya. Bahkan beberapa media (jejaring) sosial sempat menimbulkan polemik dalam kehidupan sosial-keagamaan di negri ini – meski seperti yang sudah-sudah akan berlalu dengan sendirinya. Lantas bagaimana dengan tahun 2010 yang akan datang?

Saya bukan Mama Laurent yang bisa meramal nasib anda atau bisnis anda – tetapi sebagai seorang konsultan bisnis kecil – saya mempunyai prediksi mengenai prospek UMKM di Indonesia yang tentu saja didasarkan pada kesimpulan sementara tentang perilaku on-line dan gaya hidup kaum muda di atas dan juga pengalaman pribadi. Saya memprediksikan bahwa tren UMKM yang akan berkembang di tahun depan adalah bisnis yang mampu membuat konverjensi antara dua hal yaitu, on-line dan off-line.

Mengapa bisa demikian? karena pada dasarnya tidak semua hal dalam bisnis dan pendukungnya (khususnya untuk saat ini) bisa di on-line-kan. Artinya akan tetap ada kesenjangan antara dunia maya (on-line) dan dunia nyata (off-line). Tetapi jangan juga berusaha men-dikotomikan keduanya, kalau anda tidak ingin menjadi manusia gua (cave man).

Jadi, bisnis yang berhasil mengurangi kesenjangan (gap) antara keduanya atau mampu meng-konverjensi keduanya itulah yang akan memenangkan persaingan di tahun 2010 yang akan datang dan akan berkembang serta menghasilkan keuantungan bagi pemilik atau investornya.

Jika saat ini anda merasa sudah menggunakan media internet sebagai alat (tool) pendongkrak bisnis dan belum mendapat manfaat seperti yang diharapkan — saatnya anda berhenti sejenak (tapi bukan kapok lho…!?) dan me-review kembali aktivitas on-line anda — untuk menyesuaikan kembali dengan aktivitas riil (off-line). Jadikan keduanya lebih dekat dan akrab sehingga akan mendukung (dan bukan malah mengacaukan) perkembangan bisnis anda.

Dan jika anda termasuk pengusaha kecil yang belum akrab dengan internet dan dunia on-line — anda belum terlambat — bahkan bisa jadi lebih beruntung kalau mau mengambil pelajaran dari pengalaman rekan-rekan yang lebih dahulu tersesat dan kelelahan di dunia maya atau rimba belantara internet. Jangan ikuti jejak mereka, buatlah jalan anda sendiri dan tinggalkan jejak di tahun 2010.

Selamat tinggal dikotomi — selamat datang konverjensi ….?!!

Iklan