strategic-triangleDifferentiation menurut kamus elektronik encarta, salah satunya didefinisikan sebagai establishment of differences: the establishment of differences or a difference among two or more things. Sedangkan dalam konsep marketing dan strategi bisnis di Indonesia disebut dengan diferensiasi. Dulu, istilah ini lebih sering dipakai atau dikaitkan dengan diferensiasi produk atau harga.

Sekarang ini istilah diferensiasi sudah jauh berkembang, salah satunya menurut pakar marketing dari Markplus.Inc, Hermawan Kartajaya bahwa diferensiasi meliputi tiga hal yaitu: product (what to offer), context (how to offer) dan infrastructure (enabler). Saya sendiri termasuk pendukung konsep ini, dibandingkan dengan diferensiasi “hanya” pada produk dan harga seperti disebut sebelumnya diawal tulisan ini.

Lantas apakah ada keterkaitan antara konsep diferensiasi dengan kreativitas bisnis atau lebih jelasnya kreativitas pelaku bisnis..? menurut saya jelas sangat terkait. Bagaimana mungkin bisnis (pelaku bisnis) yang tidak atau kurang kreatif akan mampu melakukan diferensiasi pada salah satu atau bahkan ketiga hal tersebut diatas. Jawabannya bisa saja..! misalnya, dengan bantuan konsultan, dukun, rekan, saudara, atau siapapun – tetapi tetap saja bahwa bisnis tersebut harus kreatif untuk bisa melakukan strategi diferensiasi – minimal kreatif untuk meminta bantuan dari pihak lain, baik dengan memberi imbalan atau hanya sekedar ucapan terima kasih.

Diferensiasi itu sendiri menurut saya adalah sebuah keharusan bagi sebuah bisnis karena dua alasan. Pertama, ini merupakan sebuah “kewajiban” kita kepada pelanggan jika kita merasa memiliki misi. Artinya, dengan memberikan pilihan yang berbeda kita sedikit mengurangi pusingnya konsumen akibat dibanjiri dengan berbagai penawaran baik produk barang maupun jasa. Disisi lain, ini memudahkan mereka mengidentifikasi bisnis kita ditengah keramaian (crowded) pasar.

Alasan kedua yaitu, bahwa diferensiasi ini merupakan sikap hormat kita kepada kompetitor maupun sesama pelaku bisnis. Disisi lain, ini berarti bahwa kehadiran kita tidak untuk menantang mereka – tetapi untuk melengkapi dan meramaikan bahkan bisa jadi membentuk pasar baru. Hal ini berarti bahwa dengan hadirnya produk atau bisnis baru justru akan membuka atau mengembangkan pasar baru – bukan sebaliknya – memenuhi pasar yang sudah sempit dan penuh sesak.

Dengan demikian, sebuah bisnis yang menerapkan strategi diferensiasi adalah juga bisnis yang kreatif. Biasanya pula, strategi ini tidak berjalan sendiri melainkan dipadu dengan strategi yang lain. Misalnya positioning, differentiation, dan brand akan diterapkan sebagai sebuah strategi segitiga atau sering disebut The Strategic Triangle seperti gambar diatas. Lagi-lagi ini membutuhkan kreativitas.

Iklan