miyabiLagi-lagi ini soal Miyabi, padahal terus terang saya pribadi baru mendengar nama Miyabi itu setelah ribut-ribut demo menentang kehadirannya di Indonesia lho…??! sueeerrr dech…!?? Dan saya baru tahu di tayangan salah satu TV swasta bagaimana “rupa” si Miyabi yang ternyata memang cantik. Saya malah jadi bertambah bingung, orang secantik itu kok ditolak yaa..??!! kasian..hehehe… Akan tetapi saya tidak akan membahas soal itu dalam tulisan kali ini. Saya justru ingin mengaitkan fenomena kedatangan Miyabi ini dengan isu industri kreatif di Indonesia yang saat inipun sedang menjadi isu hangat di berbagai kalangan.

Sebelum membicarakan jauh hal tersebut, saya akan menyampaikan istilah kreatif sebagai pangkal bahasan. Menurut Teresa Amabile (peneliti kreativitas dari Harvard Business School), kreatif itu berarti baru dan berharga atau memiliki relevansi.

Ada beberapa teman yang apriori dengan pengguliran isu industri kreatif sebagai basis pembangunan ekonomi kreatif di negeri ini paska dilanda krisis akibat imbas krisis keuangan global yang bersumber dari Amerika Serikat sekitar akhir tahun lalu dan juga munculnya kesadaran baru tentang arah kebijakan pembangunan perekonomian. Teman yang apriori tersebut merasa takut dan khawatir bahwa industri kreatif seperti yang dipahaminya dari informasi dan sumber yang diterimanya ternyata “tidak lebih baik” dari ideologi kapitalisme seperti yang saat ini berlaku – bahkan dianggap cenderung lebih mengerikan – tentu yang dimaksud dalam hal sifat-sifat eksploitatifnya.

Ada juga teman dan beberapa pihak lain yang menganggap industri kreatif itu identik dengan industri hiburan dan entertainment “saja” (baca tulisan sebelumnya). Bahkan ada sebagian lain yang menganggap penyebutan tersebut sekedar jargon dan cenderung melebih-lebihkan. Benarkah demikian adanya?! Mari kita coba berkaca pada kasus Miyabi diawal tulisan ini.

Apakah Maxima sebagai PH (Production House) yang bermaksud mendatangkan Miyabi itu bisa disebut “kreatif” dengan memproduksi film yang berjudul “Menculik Miyabi” dan meng-impor artisnya langsung dari negerinya..?! Dari definisi kreatif diatas, bisa saja hal ini disebut sebagai “sesuatu yang baru” – tetapi ingat bahwa untuk bisa disebut kreatif masih ada satu syarat lagi – yaitu bahwa hal tersebut “berharga” atau bermanfaat dan relevan.

Apakah kasus Miyabi memenuhi unsur kreatif yang kedua..? rasanya tidak, berharga untuk siapa? manfaatnya apa? untuk siapa? dan seterusnya…. sehingga dari sini bisa disimpulkan bahwa hal itu bukan sesuatu yang kreatif dan tidak ada kaitannya dengan pengembangan industri kreatif di negeri ini – bahkan mungkin kontra produktif. Saya tidak ingin lebih jauh merujuk pada persolan moral dan etika – hal itu sudah banyak yang membahasnya dan lebih kompeten – tetapi dari sisi konsep kreatif “saja” itu sudah tidak memenuhi kriteria diatas.

Sekarang coba kita lihat salah satu aktivitas yang saat ini banyak berkembang di berbagai daerah. Salah satunya misalnya di Yogyakarta, banyak pengrajin baru bermunculan dalam bidang usaha yang sebelumnya tidak ada. Misalnya saja, pembuatan kerajinan dari bahan baku limbah plastik yang selama ini hanya menjadi sampah. Bisakah itu disebut kreatif..?! Jika menilik dari definisi kreatif diatas, pertama bahwa kegiatan tersebut “baru”, dan yang kedua bahwa kegiatan tersebut memberi manfaat untuk si pelaku, konsumen atau masyarakat umum, bahkan Pemerintah dan juga “lingkungan alam”.

Setujukah jika saya mengatakan ini adalah industri kreatif berdasarkan definisi diatas..?! bahkan lebih jauh saya menyebut ini “inovatif” – karena itu bukan lagi gagasan di kepala melainkan sudah terwujud. Bahkan merujuk pendapat peneliti yang lain, yaitu Mihaly Csikzentmihalyi (dalam bukunya, Creativity: Flow and the Psychology of Discoveri and Invention, New York: Harper Perennial, 1996) yang mengatakan bahwa kreativitas sesungguhnya terjadi ketika orang bekerja sama dalam lingkungan sekitarnya, dan di dalam masyarakat.

Dari sini saya berani menyimpulkan bahwa semua bisnis dan industri bisa menjadi kreatif dengan minimal memenuhi persyaratan tersebut diatas, selain syarat-syarat lain tentunya.

Iklan