Beberapa waktu terakhir ini kita tengah menunggu dan berharap datangnya atau munculnya pemimpin yang benar-benar mampu untuk membawa kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia. Sebuah utopia ataukah sesuatu yang niscaya?

Kita (orang awam) sering dan masih menganggap bahwa pemimpin adalah orang yang sejak lahir (gifted) memang telah memiliki bakat dan jiwa kepemimpinan (leadership). Sedangkan para ahli berpendapat lain, dengan berkeyakinan bahwa pemimpin adalah hasil dari sebuah proses pendidikan dan pengembangan (dibentuk).  

Keduanya sama-sama memiliki dasar pemikiran yang juga sama benarnya. Misalnya, kenapa seorang Pangeran di Jawa ketika diwisuda sebagai Raja – ia akan menunjukkan sikap kepemimpinan – padahal dahulu tidak terlihat. Dan banyak contoh kasus pemimpin yang dilahirkan berhsil memimpin sebuah daerah, negara, ataupun organisasi  baik perusahaan maupun organisasi masyarakat lainnya. Tetapi tidak sedikit pula yang gagal mengemban tugasnya sebagai seorang pemimpin.

Disisi lain ada pemimpin yang tidak memiliki garis keturunan ataupun bakat sebagai seorang pemimpin – namun karena tempaan dan didikan serta gemblengan dari berbagai sumber pada akhirnya berhasil memimpin dan menjadi pemimpin yang berhasil. Namun tidak sedikit pula seorang calon pemimpin yang sudah banyak mendapatkan tempaan dan pendidikan nanmun gagal menjadi pemimpin, baik karena tidak memiliki kesempatan ataupun memiliki kesempatan tetapi tidak mampu memanfaatkannya dengan baik. 

Akhirnya..saya hanya ingin berwacana bahwa pada hakikatnya semua pemimpin memang terlahir atau dilahirkan. Dan setiap orang pada hakikatnya pula adalah juga seorang pemimpin – minimal bagi dirinya sendiri, keluarga dan komunitasnya masing-masing.

Mengapa kita menunggu..? jalankan tugas kita masing-masing dengan baik dan bertanggung jawab, tuntutlah diri kita sendiri dengan standar yang tinggi. Dan jangan berharap apalagi menuntut pada orang lain, pihak lain – apalagi dunia lain – untuk memikirkan dan menentukan nasib (kita)..

Iklan