Mungkin judul diatas terlalu klise dan terasa membosankan tetapi sayangnya seringkali sesuatu yang (sedang) kita butuhkan memang tidak kita inginkan. Contoh sederhananya barangkali seperti orang yang sakit. Siapapun akan mengatakan, banyak-banyaklah istirahat yang cukup, tenangkan pikiran, minum obat dan vitamin..dan sebagainya. Dan semua itu bagi “si sakit” adalah pernyataan yang klise dan membosankan.

Begitulah kiranya yang tengah terjadi dengan perekonomian negeri kita – bahkan dunia kita secara umum. Suka ataupun tidak selalu ada hal klise yang akan kita dengar soal berbagai nasehat, saran, masukan maupun resep.

Saya sendiri tidak bermaksud menasehati, memberi resep atau menyuruh Indonesia (baik warga maupun pemerintahnya) untuk melakukan apapun – tetapi mengajak, barangkali ada yang tertarik (yang mau..yang mau…) hehehe… Ajakan saya bukan tanpa alasan, setidaknya ada argumentasi yang mendukung..salah satunya seperti yang ini.

Mungkin isu kewirausahaan atau entrepreneurship bukanlah sesuatu yang seksi sebagai bahan diskusi ataupun untuk sekedar gagah-gagahan sekalipun. Bukan apa-apa..ini terjadi karena kewirausahaan itu sendiri sebenarnya merupakan ketrampilan hidup (life skill) bagi manusia dimanapun – sehingga orang yang masih hidup tidak sadar bahwa mereka memiliki kemampuan ini. Disisi lain, mereka (dan saya juga…) tidak sadar telah tergerus kemampuan dan performanya karena keadaan yang berlangsung lama.

Contoh sederhananya begini, orang yang sekian lama terbiasa berjalan membungkuk akan lupa bahwa dia bisa (dan pernah) berjalan dengan tegak. Ketika diingatkan kembali, awalnya mereka tidak tertarik karena merasa tidak ada yang salah pada dirinya – dan sudah terlanjur “nyaman” dengan situasi “tidak nyaman” tersebut (berjalan agak bungkuk).

Begitulah halnya ketika kita membicarakan persoalan kewirausahaan, orang tidak akan begitu tertarik karena itu bukan barang baru. Bahkan bagi sebagian kalanganan (misalnya muslim) menganggap bahwa itu sudah “given” alias sudah dari sononya..ngapain diperbincangkan lagi.

Ya sudahlah..saya juga tidak akan memperbincangkan lagi. Saya hanya mengajak (terutama diri saya sendiri sebenarnya…) untuk menyegarkan kembali spirit dan jiwa kewirausahaan kita yang barangkali telah sekian lama tereliminasi oleh berbagai persoalan hidup dalam dunia kapital yang material oriented.

Iklan