Arti merdeka menurut KBBI dikutip dari blognya mas darmawan adalah seperti berikut:

mer·de·ka /merdéka/ a 1 bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: ; 2 tidak terkena atau lepas dr tuntutan: 3 tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa

sehingga imbuhan ke-an menjadikan kata tersebut sebagai kata benda, yang artinya bisa menjadi kebebasan, kemapuan berdiri sendiri, kebebasan dari tuntutan dan seterusnya. Pertanyaannya apakah bisa kemerdekaan dimaknai sebagai sebuah tanggung jawab? Saya mengajukan premis ini karena pada kenyataannya bahwa kemerdekaan langsung berakibat pada bertambahnya tanggung jawab orang atau pihak yang merdeka. Mengapa demikian? lihat saja arti kata merdeka diatas. Jika seseorang telah bebas, berdiri sendiri, tidak terikat dan leluasa maka itu bisa diartikan sebagai tidak ada pihak lain yang bertanggung jawab atas nasib kita (yang telah merdeka) selain kita sendiri.

Saya teringat ketika beberapa tahun yang lalu menjadi seorang pegawai/karyawan swasta, saya mengharapkan kebebasan dari segi waktu, keuangan dan tanggung jawab. Dan hal itu saya wujudkan dengan mengundurkan diri dari pekerjaan dan bertekad menjadi seorang entrepreneur. Apa yang terjadi setelah saya “merdeka”? anda tidak salah membaca…saya harus bertanggung jawab atas nasib saya sendiri, keuangan saya sendiri, menggaji diri sendiri, mengatur jam kerja saya sendiri dan segala keperluan untuk memenuhi pekerjaan saya.

Apakah itu mudah? ternyata tidak semudah yang kita bayangkan “sebelum” kita merdeka. Biasanya saya berangkat kerja pagi hari dan pulang sore hari, menjalankan tuags rutin atau tambahan atas permintaan pimpinan, menerima gaji setiap akhir bulan. Sekarang segala sesuatu harus saya pikrikan sendiri, kerjakan sendiri, tanpa batas waktu dan belum tentu langsung menghasilkan uang yang kita butuhkan untuk memenuhi kebutuhan. Seringkali jika tidak disadari hal semacam ini akan menimbulkan frustasi dan depresi, apalagi jika proses penyesuaian itu berlarut-larut. Akan tetapi itulah konsekuensi yang harus kita bayar ketika menginginkan sesuatu. Ada harga yang harus dibayar, ada sebuah pepatah yang mengatakan tidak ada makan siang gratis.

Tampaknya hal semacam itu juga bukan hanya cerita seorang manusia, melainkan juga berlaku bagi institusi seperti negara. Misalnya Indonesia tercinta ini, setelah pada tanggal 17 Agustus 1945 bapak pendiri bangsa – Soekarno dan Hatta – memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia itu sama saja dengan memproklamirkan diri untuk bertanggung jawab atas diri sendiri. Ini tentu saja menuntut keahlian, ketegaran dan bahkan komitmen yang tidak boleh putus dari warga dan pemimpin bangsa bernama Indonesia tersebut.

Pada akhirnya kita boleh menafsirkan kemerdekaan secara beragam, akan tetapi ingatlah satu hal bahwa kemerdekaan juga berarti sebuah tanggung jawab. Terlebih bagi kita generasi penerus bangsa, kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengisi dan menjaga kemerdekaan tersebut. Ini bukan sebuah tugas yang mudah, akan tetapi para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam merebut kemerdekaan itu setidaknya bisa menginspirasi kita para generasi penerus untuk mewarisi semangat dan tekad perjuangan yang tak kenal lelah. Semoga para awah para pahlawan yang telah gugur menadahului kita diterima di sisi-Nya dan kita yang hidup dapat terus menghidupkan semangat perjuangan yang tulus demi ibu pertiwi. Selamat Hari Ulang Tahun ke-63…dirgahayu Republik Indonesia…dirgahayulah bangsaku..

Iklan