Iklan adalah sarana yang ampuh untuk memperkenalkan sesuatu, baik berupa produk, jasa atau informasi lainnya – bahkan informasi non komersil – yang disebut sebagai iklan layanan masyarakat. Jalur yang digunakan bisa melalui media masa, elektronik dan media alternatif lain seperti internet misalnya.

Lantas apakah ada kaitannya dengan perubahan? ya..kaitannya sangat erat. Contoh yang paling jelas adalah isu-isu lingkungan, perubahan iklim (climate change), pemanasan global dan lain-lain. Ketika isu itu diangkat melalui kemasan iklan – baik berupa pesan layanan ataupun melalui iklan yang cenderung komersial, maka hasilnya adalah penyebarluasan yang cukup signifikan.

Kaum muda saat ini, meski belum ada survey yang menjadi rujukan – bisa disebut lebih sadar persoalan lingkungan dan sustainabilitas. Ada sebuah kasus yang menarik, dimana sebuah “distro” pakaian yang umumnya menjual busana-busana kasual dan khas anak muda ternyata mampu menjual konsep t-shirt dengan tema-tema lingkungan dan pemanasan global (global warming). Hal ini bisa terjadi karena desain yang ditampilkan disesuaikan dengan trend dan mode yang berkembang.

Akan tetapi benarkah hanya itu variabel yang berpengaruh? saya percaya, tidak hanya persoalan desain yang menarik. Saat ini banyak stasiun TV swasta yang gencar melakukan kampanye perubahan iklim dan pemanasan global. Sebut saja misalnya Metro TV, Global TV dan tentu saja yang paling berpengaruh terhadap anak muda adalah MTV. Stasiun ini dianggap sebagai barometer trend bagi kalangan muda dan ABG. Ketika mereka juga mengusung isu-isu yang disebutkan diatas, otomatis banyak anak muda yang secara sadar atau tidak terpengaruh dan menjadi pengusung isu tersebut – salah satunya tentu melalui “penampilan” – baik baju, asesoris atau benda-benda lainnya yang menunjang penampilan.

Sampai disini tentu kita sudah mulai bisa menangkap pesan utama yang ingin saya sampaikan. Akan tetapi untuk lebih menguatkan pesan ini tentu butuh sebuah contoh lagi. Kita bisa nikmati dalam tayangan disejumlah TV swasta kita, saat ini ada beberapa produk yang ber-iklan dengan menggunakan tag line “perubahan”. Anda bisa perhatikan iklan rokok gudang garam terbaru (slim) dengan tagline “perubahan itu perlu” dan iklan susu bendera dengan “berubah untuk maju”.

Pertanyaannya mengapa mereka menggunakan kata kunci (key word) “perubahan” dalam iklan produknya? pihak mana yang akan diuntungkan? kalau boleh saya simpulkan secara singkat, ini adalah bentuk simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling menguntungkan. Logikanya begini..produsen yang beriklan untuk menggaet konsumen ataupun untuk mempertahankan citra produk dan pelanggan yang lama itu sebenarnya diuntungkan dengan menggunakan kata “perubahan”. Karena semenjak era reformasi bergulir di negeri ini, praktis kata itu menjadi lebih sering muncul. Meminjam istilah psikologis, jika suatu informasi diulang-ulang (repetisi) maka akan lebih mudah direkam dalam memori manusia – dalam hal ini adalah sasaran dari promosi tersebut. Nah, produsen yang cerdik menggunakan kata yang familiar untuk dikaitkan (asosiasi) dengan produk mereka. harapannya tentu saja ketika orang mengingat atau mendengar kata tersebut maka otomatis pula memori tentang produk yang diasosiasikan denganya akan muncul kembali. Tujuan akhirnya..tebak sendiri saja…

Lantas bagaimana dengan “perubahan” itu sendiri..? apakah hanya akan menjadi kuda troya (trojan horse) bagi produk komersial tersebut diatas? ataukah justru produk tersebut (lebih tepatnya, iklan produk tersebut) akan turut mempopulerkan kata tersebut? Lagi-lagi logika akan berkata bahwa keduanya sama-sama diuntungkan. Ini bisa berarti kampanye gratis bagi “perubahan” karena menumpang dalam iklan produk komersial yang tentu saja merekalah yang membayar biaya iklan kepada pihak publisher. Disisi lain, pesan-pesan perubahan juga akan sampai kepada pemirsa TV atau masyarakat yang menjadi sasaran iklan tersebut.

Tampaknya ini adalah sebuah peluang baru bagi pengusung perubahan (change) untuk bisa menjalin hubungan saling menguntungkan atau bila perlu berkolaborasi dalam sebuah pekerjaan yang akan memberi manfaat untuk semua pihak yang terlibat, khususnya berkaitan dengan dunia periklanan dan bisnis yang membutuhkannya. Pada akhirnya prinsip konverjensi dan kolaborasi semakin menemukan tempatnya di era informasi ini.

Iklan