Petani – terlebih untuk kondisi saat ini - identik dengan profesi pengambil resiko (risk taker) sedangkan pedagang lebih identik dengan pengambil keuntungan (profit taker). Sangat wajar jika kemudian terjadi dikotomi nasib diantara keduanya. Memang benar bahwa ada perbedaan cara berpikir yang signifikan diantara keduanya. Mengapa saya menyebut petani sebagai pengambil resiko? dan pedagang sebagai pengambil keuntungan? apakah berlebihan..?!
Continue reading ‘Entrepreneur [petani yang pedagang itu]‘
Filed under: Entrepreneurship | Leave a Comment
Istilah reframing sering juga disebut dengan membingkai ulang isi. Maksudnya adalah proses mengubah pengalaman negative menjadi sesuatu yang positif dengan mengubah makna pengalaman tersebut. Ingatlah bahwa setiap pengalaman atau kejadian memiliki banyak makna. Makna yang kita pilih utnuk kita percayai akan menjadi sesuatu yang nyata bagi kita.
Teknik ini sering digunakan oleh para terapis untuk membantu klien yang mengalami trauma akibat kejadian buruk di masa lalu. Inti dari teknik ini adalah memberi makna baru pada sebuah kejadian di masa lalu ataupun sekarang ini. Misalnya, ada seorang pegawai yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ditengah sulitnya mencari pekerjaan. Reaksi otomatis yang akan muncul adalah marah, kecewa, sakit hati dan sederet emosi negative lainnya.
Continue reading ‘Reframing [karena semua adalah nyata dalam dunia pikiran]‘
Filed under: Inspirasi | Leave a Comment
Differentiation menurut kamus elektronik encarta, salah satunya didefinisikan sebagai establishment of differences: the establishment of differences or a difference among two or more things. Sedangkan dalam konsep marketing dan strategi bisnis di Indonesia disebut dengan diferensiasi. Dulu, istilah ini lebih sering dipakai atau dikaitkan dengan diferensiasi produk atau harga.
Sekarang ini istilah diferensiasi sudah jauh berkembang, salah satunya menurut pakar marketing dari Markplus.Inc, Hermawan Kartajaya bahwa diferensiasi meliputi tiga hal yaitu: product (what to offer), context (how to offer) dan infrastructure (enabler). Saya sendiri termasuk pendukung konsep ini, dibandingkan dengan diferensiasi “hanya” pada produk dan harga seperti disebut sebelumnya diawal tulisan ini. Continue reading ‘Diferensiasi dan Kreativitas Bisnis’
Filed under: Marketing | Leave a Comment
Lagi-lagi ini soal Miyabi, padahal terus terang saya pribadi baru mendengar nama Miyabi itu setelah ribut-ribut demo menentang kehadirannya di Indonesia lho…??! sueeerrr dech…!?? Dan saya baru tahu di tayangan salah satu TV swasta bagaimana “rupa” si Miyabi yang ternyata memang cantik. Saya malah jadi bertambah bingung, orang secantik itu kok ditolak yaa..??!! kasian..hehehe… Akan tetapi saya tidak akan membahas soal itu dalam tulisan kali ini. Saya justru ingin mengaitkan fenomena kedatangan Miyabi ini dengan isu industri kreatif di Indonesia yang saat inipun sedang menjadi isu hangat di berbagai kalangan.
Sebelum membicarakan jauh hal tersebut, saya akan menyampaikan istilah kreatif sebagai pangkal bahasan. Menurut Teresa Amabile (peneliti kreativitas dari Harvard Business School), kreatif itu berarti baru dan berharga atau memiliki relevansi. Continue reading ‘Miyabi dan Industri Kreatif di Indonesia’
Filed under: Inovasi & Perubahan | Leave a Comment
Logika Bisnis Yang Tidak Logis
Logika adalah masuk akal, rasional dan bisa diterima akal sehat. Begitulah secara umum orang memaknai kata logika. Sehingga segala sesuatu yang masuk akal dianggap logis. Dan sebaliknya sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat atau logika umum disebut sebagai tidak logis, atau tidak masuk akal.
Bisnis adalah sebuah wilayah yang juga mengenal logika – artinya ada banyak hal yang juga bisa diterima akal sehat – tetapi sekaligus menyimpan sesuatu yang irasional alias tidak masuk akal. Bagaimana mungkin orang mau membeli rokok yang jelas-jelas merugikan kesehatan. Bagaimana ceritanya sampai-sampai jajanan atau makanan kecil yang mengandung zat berbahaya malah laris manis.
Continue reading ‘Logika Bisnis Yang Tidak Logis’
Filed under: Entrepreneurship | Leave a Comment
Mungkin tidak ada orang yang saat ini tidak menyuarakan hal tersebut, yaitu kreatif dan kreatifitas. Mulai dari pemerintah, pelaku bisnis, penulis, guru, seniman, LSM dan hampir semua pihak – baik didalam maupun diluar negeri – sedang gandrung dengan istilah tersebut. Apalagi pemicunya kalau bukan krisis keuangan global yang berkembang menjadi krisis ekonomi, rusaknya habitat dan lingkungan alam.
Berbagai bencana alam, sosial dan bahkan ekonomi silih-berganti, perubahan iklim dan munculnya berbagai jenis penyakit menular yang baru. Krisis energi dan bahkan ancamana krisis pangan lagi-lagi juga menuding karena rendahnya kreatifitas kita – manusia yang hanya bisa mengeksploitasi alam dan sekitarnya – dan bahkan sesama manusiapun saling mengeksploitasi.
Continue reading ‘Bisnis kreatif dan kreatifitas bisnis’
Filed under: Entrepreneurship | Leave a Comment
Wangsit dan lelaku wirausahawan
Kalau mendengar istilah wangsit maka pikiran kita akan langsung melayang pada gambaran tentang bisikan-bisikan halus yang entah datangnya darimana. Ada yang mengatakan bisikan gaib dari makhluk atau dunia lain, atau para perewangan. Sedangkan lelaku, identik dengan prosesi yang harus dijalani dalam rangka mendapatkan wangsit tersebut.
Kedua istilah tersebut memang spesifik untuk orang Jawa umumnya, dan khususnya lagi di pedesaan atau pinggiran yang belum mengenyam pendidikan modern – atau pendidikan agama yang mencukupi – karena biasanya istilahnya akan berbeda dalam pemahaman agama.
Continue reading ‘Wangsit dan lelaku wirausahawan’
Filed under: Entrepreneurship | Leave a Comment
“Aku berbeda maka aku ada – Riyanto B. Suwito”
Kalimat yang merupakan judul artikel ini berarti, tampak jelas tapi jangan menyolok. Jelas berarti tidak perlu dipertanyakan, jangan menyolok berarti tidak ada yang tersilaukan.
Demikian makna dari salah satu filosofi manusia Jawa – yang katanya adiluhung itu – namun sekarang telah banyak ditinggalkan bahkan belum pernah bertemu. Khususnya bagi generasi Jawa baru yang terlahir di kota atau dari keluarga yang mendapat pendidikan modern.
Continue reading ‘Melok Ning Ojo Nyolok [Diferensiasi Gaya Jawa]‘
Filed under: Marketing | 3 Comments
Tahap Perubahan ..
Ada cerita menarik dari beberapa orang yang sedang atau merasa telah berubah. ada beberapa versi tetapi secara umum, orang mengalami transformasi atau perubahan diri setelah mendapatkan kesadaran diri.
ini memang terkesan ideal sekali, karena banyak juga orang yang mengalami perubahan bahkan ia sendiri tidak menyadarinya – kecuali orang terdekatnya yang menyadari. inilah proses perubahan yang berbahaya..karena si pelaku bisa terjerumus dalam perubahan tak terkendali! bahkan dalam perubahan sosial..
Filed under: Inovasi & Perubahan | 2 Comments
Tags: change
The Confession of Though Guy….
Entah apa yang harus aku katakan lagi, paling teman-teman lamaku tidak akan mempercayainya..apalagi mereka yang sejak kecil mengetahui siapa dan bagaimana aku. Ya..aku sedih, takut, cemas, tertekan, depresi dan segala macam rasa itu bercampur aduk menjadi satu – yang bahkan sebelumnya bukan hal yang patut untuk dipertimbangkan – bahkan meski diingatkan oleh orang lain sebelum aku mengambil sebuah keputusan atau melakukan tindakan apapun. Continue reading ‘The Confession of Though Guy….’
Filed under: Inspirasi | Leave a Comment
Cari
Entri Terkini
- Entrepreneur [petani yang pedagang itu]
- Reframing [karena semua adalah nyata dalam dunia pikiran]
- Diferensiasi dan Kreativitas Bisnis
- Miyabi dan Industri Kreatif di Indonesia
- Logika Bisnis Yang Tidak Logis
- Bisnis kreatif dan kreatifitas bisnis
- Wangsit dan lelaku wirausahawan
- Melok Ning Ojo Nyolok [Diferensiasi Gaya Jawa]
- Tahap Perubahan ..
- The Confession of Though Guy….
- My first Online Experience
Kategori
- Entrepreneurship (6)
- Inovasi & Perubahan (8)
- Inspirasi (2)
- Leaderships (1)
- Marketing (2)
- Politik (4)
- UKMK (7)